Showing posts with label crap. Show all posts
Showing posts with label crap. Show all posts

January 4, 2010

this and that,; just a self evaluation

My friend: “So what’s your plan in this 2010 rin?”

Me : “mhmmm..(thinking) mhmmm (start looking out through the window) mhmmm (thinking about indomie rebus pake telor :P)”


Well I don’t plan things! Some of my close friends maybe noticed that im an impulsive person. you don’t wanna know the details :P. but I guess makin plan is not a bad idea. It will be disappointing if it didn’t work out. Well, I guess it’s more like a self evaluation for me instead of resolution. We’ll see ;)


So 2010 huh?! First, stop being impulsive! Haha for some people being an impulsive one sounds not a big deal, but trust me; it’s a big deal for me. I (most of the time) embarrassed myself with being like one. And that’s just bad bad bad ;))


Second, I know this has been a cliché resolution (and I did this every year) to stop smoking. I know I can do it. But well, just can stand the temptation. So, this year, it will be a less cig than stop to consume it :P


And for the rest, just let the dice fall where they may ^_^


Ps : one thing,..if only I can, i would love to meet him this year

Pss : if not,…well just wish that I still can talk to him ;))

June 2, 2009

getir

15 menit. 20 menit. 30 menit


Saya masih diam berpangku tangan. Menatap monitor cembung 15 inci yang sudutnya sudah mulai mengontras. Jejeran jendela-jendela didalamnya tetap membuat saya tidak bergeming. Disudut  kanan muncul jendela kecil. Berkedip-kedip bertanya “belum pulang?”. Saya diam. Memandang kata-kata itu. Tetap diam. Tetap terpaku.


Kopi yang saya buat 30 menit lalu sudah tidak mengeluarkan uap panas. Dan  entah kenapa wanginya berbeda malam ini. Dan entah kenapa lidah saya terasa begitu getir sampai-sampai tidak kesampaian juga menyentuh bibir gelas kopi saya. Saya kembali menatap monitor. Menatap gelas kopi. Menatap kembali ke monitor. Dan kembali menatap gelas kopi saya, sedikit getir.


Entah apa yang saya pikirkan malam ini. Tugas-tugas. Dia. Teman. Adik. Tugas-tugas. Dia. Dia. Dia. Dia. Ah sepertinya sudah terlalu banyak Dia. Saya agak lelah memikirkan Dia. Saya agak lelah menyimpan. Saya agak lelah menahan. Saya agak lelah memendam. Saya lelah hari ini. Mari kita pulang saja, sudah malam, ajak versi lain dari diri saya. Mari, timpal saya.


May 27, 2009

marah

Hai all,

Apa kabar? Semoga baik. Okay, kayaknya kali ini kita kasual saja, gak pake bahasa angkatan 70’ macam kemarin-kemarin. Temen saya tadi siang bertanya, kenapa nggak nulis lagi? Saya jawab “udah dipikirin, masih dikepala” dan karna saya menderita semacam penyakit “suka salah ketik” yang cenderung akut makanya saya rada males menulis. Plus menulis butuh perenungan, dan saat ini saya agak sedikit lelah merenung. Sedang dalam kondisi ingin menggaruk-garuk muka orang soalnya :P hehe..maaf, sedikit emosi :P


Tapi mari kita sedikit berbicara. Mengenai emosi, mengenai perasaan ingin menggaruk-garuk muka orang. Mengenai kondisi dimana muka boss anda tiba-tiba seperti terlihat seperti sandsack buat latihan tinju. Mengenai perasaan dimana pengen lari ketengah lapangan terus teriak-teriak kenceng. Ya merasa marah.


Kenapa sih orang marah? Gak senang, gak puas, gak terpenuhi keinginannya, gak diperlakukan dengan adil. Okay, saya gak akan membahas panjang lebar mengenai hal-hal yg berkontirbusi sama rasa marah. Saya cuman sedang penasaran tentang bagaimana orang-orang mengatasai rasa marah mereka. Saya ingat suatu hari seorang teman marah dengan rekan kerjanya, saking marahnya temen saya itu akhirnya jalan keluar kantor nyebrang ke toko es krim dan akhirnya makan eskrim. Teman yang lain memilih untuk menghabiskan setengah gaji dia satu bulan untuk sebuah sepatu,..karna dia marah. Teman yang satu lagi memilih untuk berasyik masyuk dengan sang pacar untuk mengurangi rasa marah, yang menurut dia berhasil. Dan teman yang lain lagi memilih untuk tinggal dikantor dan menyalurkan energinya pada pekerjaannya.


Saya sedang merasa marah. Marah seperti ingin menggaruk-garuk muka orang. Marah seperti ingin lari ketengah lapangan sambil berteriak kencang. Marah seperti ingin meninju (berhubung boss saya masih baik saya ganti objeknya) sandsack beneran. Tapi sayangnya toko eskrim jauh dari kantor saya. Saya juga agak sayang menghabiskan setengah gaji saya untuk beli sepatu. Saya nggak punya pacar, jadi gak bisa berasyik masyuk. Dan, pekerjaan saya, membuat saya marah.



Saya harus apa?!

May 2, 2009

a simple sigh turns into the wind

apa yang aku kira badai, semata-mata hanya desir angin saja

April 30, 2009

never...ever!


“Never run after a bus or a man. There will always be another one.”

April 1, 2009

akward mode


"
And even though it’s moving forward, there’s just the right amount of akward.

March 19, 2009

im just a human

ACCORDING TO GREEK MYTHOLGY, HUMANS WERE ORIGINALLY CREATED WITH FOUR ARMS, FOUR LEGS, AND A HEAD WITH TWO FACES. FEARING THEIR POWERS, ZEUS SPLIT THEM INTO TWO PARTS; CONDEMNING THEM TO SPEND THE REST OF THEIR LIVES IN SEARCH OF THEIR OTHER HALVES.

March 6, 2009

things I realized today:

Actually skip work, for not dealing with clients, phone ringing, emails, tasks, more task,..is pretty cool. 

I really love “when ure mind made up”. And I think the movie was genius. (just exaggerate it)

My “hibernate” playlist emphasize that im in extremely gloomy mood.

I would go crazy without my friend, Gad. I feel like our combined creative juju is pretty unstoppable.

I want to fall in love again. I want to be able to trust someone again. I want a best friend that I get to make out with regularly. I want to be able to depend on and need someone else. I want to share my life with someone.

Warm weather and sunshine do wonders for my mental health.

This weekend is going to be the best on record. I can feel it ß tryin to be positive won’t kill me kan J