16.5.09

kecanduan

Aku kecanduan. Batinku

Kali ini bukan pada manusia, tapi pada kabel-kabel internet, akses internet mobile, jaringan internet nirkabel, sampai kepada akses internet  tanpa batas yang kumiliki dirumah.

Aku kecanduan. Sakarang dan entah sampai kapan aku akan kecanduan.

Dulu aku pernah kecanduan dengan seorang manusia. Memilikinya, memeluknya bahkan membayangkannya membuat sensasi yang menurut para junkie disebut sebagai fase “high”. Nyandu. Membuat ku merasa lebih berani. Membuatku merasa lebih kuat. Membuatku merasa cantik. Membuat aku merasa aku. Membuatku merasa ingin lagi dan lagi dan lagi. Dan ketika manusia itu pergi, aku tersungkur lemah, tidak berani, tidak kuat, tidak cantik, walau aku masih merasa aku.

Tapi aku tidak membicarakan manusia. Aku tidak lagi kecanduan manusia. Aku kecanduan dunia maya, dunia maya, tanpa batas dan tak berujung waktu. Seorang sahabat mengatakan kalau dunia itu pelarianku, candu baruku setelah aku kehilangan manusia. Aku akan kehilangan rasa, katanya. Aku akan membatasi hidupku dari kehidupan yang sesungguhnya, katanya. Kamu akan membeku, katanya, lebih tegas. Tapi ini painless, kataku. Ini terasa tak bersyarat, kataku. Dan sahabatku pun akhirnya hanya mendengus pelan. Dengusan yang kuartikan sebagai “baiklah, ingat bahwa aku telah mengigatkanmu untuk keluar”

1 comment:

Reza said...

Karina, you made the net sounds so human, you made it as if its a living, breathing, huggable and kissable organism..

another great post karina!!

ps: it seems that you excelled in Bahasa..consider to cast aside English and use Bahasa from now on