1.3.10

...


Tepat saat saya mengantungkan harapan kepada apa yang saya rasa sanggup saya lakukan, dia membuat saya kembali ke persimpangan. Kembali mempertanyakan, apa memang saya tidak sanggup. Kembali meragukan, apa saya tidak berbakat. Seperti balon bulat besar yang karetnya di lepas pelan-pelan, mengempis. Saya mengempis disaat seharusnya plastik bulat berisi helium ini membumbung terikat kencang.


Kenapa ini jadi terasa berat? Karna dia? Karna saya memiliki sedikit rasa kepadanya? Karna rasa itu saya jadi berharap dia tidak membuat saya bediri lagi di pesimpangan? Karna saya berharap dia bisa menuntun saya pada satu jalan. Tapi kembali lagi, siapa saya.


Balon bulat itu memang tidak sebesar kemarin. Tapi saya , kali ini, akan memastikan karetnya mengikat kencang dan kuat.